🎯 Tujuan Pembelajaran

  • 1

    Guru ketik prompt ini di ChatGPT/Gemini di depan kelas: "Sebutkan 5 fakta menarik tentang sejarah Kerajaan Majapahit yang jarang diketahui orang." Tampilkan hasilnya tanpa komentar.

  • 2

    Tanya ke kelas: "Kira-kira, seberapa percaya kalian sama fakta-fakta ini? Skala 1–10?" Minta 3–4 siswa jawab dengan alasan.

  • 3

    Guru cek salah satu "fakta" tersebut di Google Scholar atau Wikipedia. Tunjukkan hasilnya — apakah fakta AI itu akurat, melenceng, atau sepenuhnya karangan?

  • 4

    Tutup dengan: "Ini namanya halusinasi AI. AI berbohong dengan sangat percaya diri. Hari ini kalian jadi Detektif yang nggak bisa ditipu."

  • A

    Ronde 1 — "Anatomi Halusinasi AI" (15 menit): Tampilkan Slide 2–4. Jelaskan 3 tipe halusinasi: fakta salah, sumber karangan, angka ngawur. Tunjukkan contoh screenshot nyata dari AI yang halusinasi.

  • B

    Ronde 2 — "Sidang Kelas" (20 menit): Bagikan 4 kartu kasus (lihat Slide 6). Tiap kelompok dapat 1 kartu — berisi output AI yang mungkin salah. Tugas: investigasi, tentukan: VALID / RAGU / PALSU. Presentasi 90 detik per kelompok.

  • C

    Ronde 3 — "Operasi Cek Fakta" (25 menit): Siswa kerjakan Worksheet — verifikasi 2 klaim AI menggunakan metode SIFT (Stop, Investigate, Find, Trace). Guru keliling pantau proses investigasi.

Catatan: Kartu kasus bisa diprint dari Slide 6 atau ditampilkan di proyektor bergantian. Jika tidak ada internet, siapkan print-out screenshot output AI + artikel faktanya sebelum kelas.
  • 1

    Tiap kelompok umumkan "vonis" akhir kasus mereka + 1 bukti terkuat yang mereka temukan. Kelas bisa "banding" jika tidak setuju.

  • 2

    Guru reveal jawaban sebenarnya dari tiap kasus. Bahas: "Apa yang membuat kalian hampir tertipu?"

  • 3

    Tutup dengan: "Kemampuan berpikir kritis kalian hari ini jauh lebih berharga dari apapun yang bisa dihasilkan AI. AI bisa salah — kalian yang memutuskan mana yang bisa dipercaya."