⚠️ Catatan Penting untuk Guru: Modul ini menyentuh area yang sensitif —
banyak siswa mungkin sudah pernah menggunakan AI untuk mengerjakan tugas.
Ciptakan suasana kelas yang aman dan tanpa penghakiman. Fokus pada diskusi etika,
bukan pengakuan kesalahan. Guru tidak perlu menanyakan "siapa yang pernah menyontek".
🎯 Tujuan Pembelajaran
- Membedakan penggunaan AI sebagai alat bantu belajar vs alat menggantikan proses berpikir
- Menganalisis kasus nyata penggunaan AI dalam konteks akademik menggunakan kerangka etika
- Merumuskan "Kontrak Integritas AI" pribadi yang realistis dan bisa dipertahankan
- Menyadari bahwa integritas akademik adalah aset jangka panjang yang tidak bisa digantikan AI
- 1
Bacakan cerita pendek ini ke kelas tanpa komentar:
"Dika mendapat nilai 95 di esai Bahasa Indonesia. Gurunya sangat terkesan
dengan argumen yang matang dan kosakata yang luas. Kenyataannya, Dika
menggunakan ChatGPT untuk menulis seluruh esai tersebut — ia hanya
mengedit sedikit di awal dan akhir."
- 2
Ajukan 3 pertanyaan ke kelas satu per satu, tampung jawaban tanpa evaluasi:
① "Apakah Dika melakukan sesuatu yang salah?"
② "Siapa yang dirugikan?"
③ "Apakah ini berbeda dengan minta bantuan kakak mengerjakan tugas?"
- 3
Tutup dengan: "Tidak ada jawaban mudah hari ini.
Tapi pertanyaan ini akan terus relevan selama kalian sekolah, kuliah, dan bekerja.
Mari kita cari kerangkanya bersama."
Tips: Jika kelas langsung terbagi pro/kontra — bagus! Biarkan
energi itu mengalir. Jangan terlalu cepat menutup diskusi. Ini modal terbaik untuk aktivitas inti.
- A
Ronde 1 — "Peta Batas: Boleh vs Tidak Boleh" (15 menit):
Tampilkan Slide 2–4. Perkenalkan Kerangka Tiga Zona: Zona Hijau
(AI sebagai alat bantu), Zona Kuning (abu-abu perlu diskusi), Zona Merah
(penggantian proses berpikir). Siswa secara kelompok
klasifikasikan 10 skenario penggunaan AI ke dalam tiga zona.
- B
Ronde 2 — "Sidang Etika" (25 menit):
Bagi kelas menjadi 3 tim: Tim Penuntut (AI berbahaya untuk
akademik), Tim Pembela (AI bermanfaat jika digunakan tepat),
dan Tim Hakim (menilai argumen kedua tim).
Setiap tim debat selama 5 menit, hakim deliberasi 5 menit, lalu putar peran.
- C
Ronde 3 — "Kontrak Integritas AI" (20 menit):
Siswa secara mandiri isi Worksheet — merumuskan kontrak pribadi yang berisi
apa yang boleh, apa yang tidak boleh, dan alasan di balik setiap keputusan.
Guru keliling, bantu dengan pertanyaan Socratic bukan jawaban langsung.
Catatan: Di Ronde 2, pastikan semua siswa merasakan posisi
keduanya. Empati terhadap argumen yang berlawanan adalah tujuan sebenarnya —
bukan memenangkan debat.
- 1
Minta siswa tulis surat pendek (5–7 kalimat) untuk diri mereka sendiri
5 tahun ke depan — tentang nilai dan prinsip yang ingin mereka pegang
dalam menggunakan AI. Tidak perlu dikumpulkan ke guru — ini privasi siswa.
- 2
Jika ada yang mau berbagi sukarela — beri mereka ruang.
Jangan paksa. Apresiasi keberanian berbagi dengan tepuk tangan kelas.
- 3
Tutup seluruh seri 4 modul dengan:
"Di akhir semua modul ini, yang paling penting bukan seberapa pintar
kalian menggunakan AI — tapi seberapa bijak kalian memutuskan kapan
menggunakannya dan kapan tidak. Kebijaksanaan itu tidak bisa dihasilkan AI mana pun."
Penutup Seri Kurikulum: Modul 4 adalah modul terakhir.
Pertimbangkan untuk mengadakan sesi singkat presentasi "Agen AI Terbaik" —
di mana siswa terbaik dari tiap modul mempresentasikan learning mereka ke kelas lain.
Ini memperkuat pembelajaran dan membangun budaya literasi AI di sekolah.