Kurikulum Kelas 1 SD · Tahun Ajaran 2025/2026

Literasi
Pangan

Kurikulum berbasis pengalaman yang mengajak siswa kelas 1 SD mengenal asal-usul makanan, merawat tanaman, memahami ekosistem kebun, dan membangun hubungan yang sehat dengan alam sejak dini — melalui eksplorasi, praktik, dan refleksi.

36 Pertemuan
6 Unit Tematik
60' Per Sesi
7 Mapel Terintegrasi
Anak-anak belajar berkebun
🌱 Learning by growing

Mengapa Kurikulum Ini Ada?

⚠️

Masalah

  • Anak-anak urban tidak tahu dari mana makanan berasal
  • Generasi yang terputus dari alam dan pertanian
  • Prevalensi stunting dan malnutrisi yang masih tinggi di Indonesia
  • Kurikulum SD jarang menyentuh ketahanan pangan secara konkret
  • Petani dan nelayan kurang diapresiasi sejak usia dini
🌱

Solusi Kami

  • Pembelajaran berbasis pengalaman langsung (hands-on)
  • Menghubungkan kelas dengan kebun dan dapur nyata
  • Membangun literasi gizi sejak kelas 1
  • Mengintegrasikan nilai syukur dan empati terhadap petani
  • Mengisi gap kurikulum yang belum ada sebelumnya

Apa yang Ingin Dicapai

01

Literasi Pangan Dasar

Siswa mengenal jenis makanan, asal-usulnya, nilai gizi sederhana, dan perjalanan makanan dari ladang ke meja makan.

02

Kecakapan Bertani Awal

Siswa dapat menanam benih, merawat tanaman sederhana, mengamati pertumbuhan, dan memanen hasil kebun mini.

03

Kesadaran Ekologis

Siswa memahami hubungan antara tanaman, hewan, tanah, air, dan manusia dalam ekosistem kebun kecil.

04

Karakter & Nilai

Siswa mengembangkan rasa syukur, empati terhadap petani, tanggung jawab merawat makhluk hidup, dan cinta lingkungan.

05

Kebiasaan Makan Sehat

Siswa mulai memilih makanan beragam, tidak membuang makanan, dan memahami pentingnya sayur dan buah bagi tubuh.

06

Kemampuan Lintas Mapel

Kurikulum mengintegrasikan IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Matematika, PPKN, dan SBdP dalam konteks pertanian nyata.

Peta 6 Unit Pembelajaran

Enam unit dirancang secara progresif — dari yang paling konkret dan dekat (mengenal makanan) menuju yang paling abstrak dan luas (menjaga bumi).

🌾
Unit 1 · P1–P6
Asal Usul Makanan

Mengenal sayur & buah, perjalanan makanan, bagian tanaman, hewan penghasil makanan

🥬
Unit 2 · P7–P12
Mengenal Sayur & Buah

Warna, bentuk, sayuran lokal Nusantara, buah tropis, kandungan gizi, mengelompokkan

🌱
Unit 3 · P13–P20
Menanam & Merawat

Benih & tanah, semai, kebutuhan tanaman (SUAL), pupuk alami, pengamatan pertumbuhan, panen

🐛
Unit 4 · P21–P26
Ekosistem Kebun Kecil

Makhluk hidup di kebun, cacing & tanah sehat, penyerbukan, rantai makanan, daur air

🍳
Unit 5 · P27–P32
Dari Kebun ke Meja Makan

Perjalanan makanan, cara masak sederhana, makan sehat & beragam, mengurangi sisa makanan

🌍
Unit 6 · P33–P36
Menjaga Bumi Kita

Sampah & kompos, hemat air & energi, aksi hijau, pameran akhir tahun

Output yang Diharapkan

Setelah menyelesaikan 36 pertemuan, siswa diharapkan memiliki capaian berikut:

🧠

Pengetahuan

  • Menyebutkan minimal 10 jenis sayur dan 10 jenis buah lokal
  • Menjelaskan perjalanan makanan dari ladang ke meja makan
  • Menyebutkan bagian-bagian tanaman dan fungsinya
  • Mengenal makhluk hidup yang ada di ekosistem kebun
  • Memahami kebutuhan dasar tanaman (SUAL: Sinar, Udara, Air, Lahan)
🤲

Keterampilan

  • Menanam benih dan merawat tanaman dalam pot/bedengan sederhana
  • Membuat kompos sederhana dari sampah organik
  • Mengelompokkan dan mengidentifikasi jenis makanan
  • Melakukan pengamatan ilmiah sederhana dan mencatat hasilnya
  • Membuat karya kreatif bertema pangan (gambar, cerita, poster)
❤️

Sikap & Karakter

  • Menunjukkan rasa syukur atas ketersediaan makanan
  • Menghargai kerja keras petani dan nelayan
  • Tidak membuang makanan secara sia-sia
  • Menunjukkan rasa tanggung jawab merawat tanaman
  • Peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam

Dampak yang Diharapkan

👦

Untuk Siswa

  • Fondasi literasi pangan sejak dini
  • Pengalaman belajar langsung yang berkesan
  • Kebiasaan makan lebih beragam dan sehat
  • Rasa ingin tahu tentang alam yang tumbuh alami
  • Kemampuan observasi dan berpikir kritis awal
👩‍🏫

Untuk Guru

  • Panduan lengkap per pertemuan yang siap pakai
  • Strategi mengajar yang bervariasi dan kontekstual
  • Integrasi lintas mata pelajaran yang terstruktur
  • Instrumen penilaian autentik yang mudah digunakan
  • Peluang pengembangan profesional di bidang pendidikan pangan
🏫

Untuk Sekolah

  • Kurikulum inovatif yang membedakan sekolah
  • Kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan lokal
  • Program yang selaras dengan P5 Kurikulum Merdeka
  • Peluang kolaborasi dengan petani dan komunitas lokal
  • Pembentukan budaya sekolah yang peduli lingkungan
👨‍👩‍👧

Untuk Orang Tua

  • Anak lebih menghargai makanan di rumah
  • Topik percakapan baru tentang alam dan makanan
  • Anak mau mencoba sayur dan buah yang lebih beragam
  • Nilai-nilai lingkungan yang terbawa ke rumah
  • Keterlibatan dalam kegiatan berkebun bersama

Referensi & Kerangka Teori

Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan framework internasional, penelitian pedagogis, dan kerangka kurikulum nasional.

🌐 Kerangka Kurikulum Internasional

Cambridge
Cambridge Primary Science Framework
Strand "Living Things and Their Habitats" — Stages 1-2. Fondasi untuk pemahaman tanaman, hewan, dan ekosistem di usia 5-7 tahun.
IB PYP
IB Primary Years Programme
Transdisciplinary theme "How the World Works" dan "Sharing the Planet" — pendekatan inkuiri tematik yang menjadi model integrasi lintas mapel dalam kurikulum ini.
NGSS
Next Generation Science Standards (AS)
K-2 Life Science standards: LS1 (From Molecules to Organisms), LS2 (Ecosystems). Digunakan sebagai acuan kompetensi sains berbasis fenomena.

🥗 Food Literacy & Farm to School

FAO
FAO School Garden Toolkit (2010)
Panduan FAO untuk program kebun sekolah sebagai alat pendidikan gizi, ketahanan pangan, dan kesadaran ekologis di tingkat dasar.
USDA
USDA Farm to School Program
Framework menghubungkan sekolah dengan pertanian lokal untuk pendidikan pangan. Model activities dan food literacy standards diadaptasi untuk konteks Indonesia.
Slow Food
Slow Food Foundation — Orto in Condotta
Program internasional "Garden in Conduct" yang mengajarkan keanekaragaman pangan lokal, musim tanam, dan keterkaitan budaya-pangan kepada anak sekolah dasar.

🇮🇩 Kerangka Nasional Indonesia

Merdeka
Kurikulum Merdeka — Capaian Pembelajaran SD
Profil Pelajar Pancasila (beriman, bernalar kritis, mandiri, berkebhinekaan, bergotong royong, kreatif) menjadi fondasi capaian karakter dalam tiap pertemuan.
P5
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" dan "Kearifan Lokal" dalam P5 menjadi landasan unit 4-6 yang membahas ekosistem, daur ulang, dan aksi hijau.
Gizi
Pedoman Gizi Seimbang — Kemenkes RI (2014)
Prinsip "Isi Piringku" dan pentingnya konsumsi sayur & buah harian menjadi referensi konten gizi yang diajarkan secara sederhana di kelas 1.

📚 Landasan Pedagogis

Dewey
John Dewey — Learning by Doing (1938)
"Education is not preparation for life; education is life itself." Prinsip experiential learning Dewey mendasari pendekatan hands-on di setiap aktivitas praktik.
Piaget
Jean Piaget — Concrete Operational Stage
Anak usia 6-7 tahun (kelas 1) berada di tahap pra-operasional hingga konkret-operasional. Kurikulum ini memprioritaskan objek nyata, pengalaman sensorik, dan cerita sebagai media belajar.
IBL
Inquiry-Based Learning (Brunner, 1960)
Model 5E (Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate) diadaptasi dalam struktur RPP tiap pertemuan untuk mendorong pemikiran kritis berbasis pertanyaan.
SBL
Story-Based Learning (Haven, 2007)
Otak anak memproses dan mengingat informasi melalui narasi 22 kali lebih efektif daripada fakta mentah. Teknik mendongeng diterapkan terutama di Unit 1 dan 2.

Cara Menggunakan Platform Ini

1

Pilih Pertemuan

Gunakan sidebar kiri untuk navigasi ke unit dan pertemuan yang ingin disiapkan. Unit terbuka secara otomatis sesuai urutan.

2

Baca Ikhtisar

Tab "Ikhtisar" berisi tujuan, bahan, dan kaitan lintas mapel. Baca ini pertama untuk gambaran umum pertemuan.

3

Siapkan RPP

Tab "RPP" berisi rencana pembelajaran lengkap dengan timeline, kegiatan guru-siswa, dan strategi per fase.

4

Cetak LKS

Tab "LKS Siswa" bisa langsung dicetak untuk dibagikan ke siswa. Desain sudah dioptimasi untuk print hitam-putih.

5

Gunakan Panduan Guru

Tab "Panduan Guru" berisi strategi, antisipasi kendala, dan rubrik observasi yang diisi saat kelas berlangsung.

6

Adakan Asesmen

Tab "Asesmen" berisi soal kuis formatif. Klik "Tampilkan Kunci" hanya setelah kuis selesai diberikan.