Kurikulum Wellbeing & Mental Health
Fokus pada regulasi emosi, kesehatan mental, komunikasi asertif, dan ketangguhan diri siswa (resiliensi). Pilih tingkatan kelas di bawah ini untuk meracik kelas yang sehat secara mental dan emosional.
Mengenal Emosi
Mengenal ragam perasaan senang, sedih, marah, takut, dan berlatih cara mengungkapkannya dengan aman.
Napas Ajaib
Praktik pernapasan perut sederhana untuk menenangkan diri saat merasa kesal, panik, atau ingin menangis.
Kotak P3K Perasaanku
Membuat strategi personal saat emosi meledak: minum air, berhitung 1-10, menggambar, atau peluk bantal.
Lingkaran Kendali
Membedakan apa yang bisa kita kendalikan (pikiran/sikap kita) dan yang tidak bisa dikendalikan (sikap orang lain).
Detektif Pikiran
Mengenali 'Pikiran Semut' (negatif/pesimis) vs 'Pikiran Gajah' (positif/membantu) yang ada di dalam kepala.
Batas Diriku (Boundaries)
Belajar mengatakan 'TIDAK' dengan sopan namun tegas, dan menghargai batasan fisik/emosional teman.
Teman yang Mendengar
Praktik active listening dan merespon tanpa menghakimi saat teman sedang curhat atau butuh bantuan.
Transisi Remaja
Mengenali perubahan hormon, mood swing yang ekstrem, dan membangun body image positif di masa pubertas.
Jejak Stres & Burnout
Mengukur tingkat stres akademik/sosial secara mandiri dan menyusun rutinitas self-care yang sehat.
Komunikasi Asertif
Menyampaikan pendapat, batasan, atau ketidaksetujuan tanpa bertindak agresif maupun pasif (metode I-Message).
Mental Health First Aid
Mengenali tanda bahaya depresi/kecemasan pada teman sebaya dan cara mencari bantuan pihak profesional.
Resiliensi & Kegagalan
Membangun mental baja dan Growth Mindset saat menghadapi nilai buruk, penolakan, atau kegagalan besar.
Mindful Future Planning
Menghadapi kecemasan pasca-sekolah (kuliah/kerja) dengan mindfulness, melepaskan ekspektasi berlebih.