Kurikulum Wellbeing & Mental Health
Materi belajar untuk membantu siswa mengenali emosi, menjaga kesehatan mental, membangun komunikasi sehat, dan menguatkan resiliensi dari PAUD sampai kelas 12.
Tiga jalur belajar yang saling menguatkan
Setiap kelas punya fokus yang berbeda, tetapi tetap bergerak dari mengenal diri, mengelola diri, lalu membangun relasi yang sehat.
Awareness
Siswa belajar mengenali emosi, pikiran, dan kebutuhan dirinya.
Regulation
Siswa berlatih menenangkan diri dan membuat pilihan yang lebih sehat.
Connection
Siswa membangun empati, komunikasi asertif, dan dukungan sosial.
Kelas Wellbeing
Pilih tingkatan kelas di bawah ini untuk meracik sesi yang sehat secara mental dan emosional.
Mengenal Emosi
Mengenal ragam perasaan senang, sedih, marah, takut, dan berlatih cara mengungkapkannya dengan aman.
Napas Ajaib
Praktik pernapasan perut sederhana untuk menenangkan diri saat merasa kesal, panik, atau ingin menangis.
Kotak P3K Perasaanku
Membuat strategi personal saat emosi meledak: minum air, berhitung 1-10, menggambar, atau peluk bantal.
Lingkaran Kendali
Membedakan apa yang bisa kita kendalikan, seperti pikiran dan sikap kita, serta apa yang tidak bisa kita kendalikan.
Detektif Pikiran
Mengenali pikiran negatif dan menggantinya dengan cara berpikir yang lebih membantu dan menenangkan.
Batas Diriku
Belajar mengatakan tidak dengan sopan namun tegas, serta menghargai batasan fisik dan emosional teman.
Teman yang Mendengar
Praktik active listening dan merespon tanpa menghakimi saat teman sedang bercerita atau butuh bantuan.
Transisi Remaja
Mengenali perubahan emosi, mood swing, dan membangun body image yang lebih sehat di masa pubertas.
Jejak Stres & Burnout
Mengukur tingkat stres akademik dan sosial secara mandiri, lalu menyusun rutinitas self-care yang sehat.
Komunikasi Asertif
Menyampaikan pendapat, batasan, atau ketidaksetujuan tanpa bertindak agresif maupun pasif melalui metode I-Message.
Mental Health First Aid
Mengenali tanda awal stres berat atau kecemasan pada teman sebaya dan belajar cara mencari bantuan yang tepat.
Resiliensi & Kegagalan
Membangun growth mindset saat menghadapi nilai buruk, penolakan, atau kegagalan yang terasa berat.
Mindful Future Planning
Menghadapi kecemasan pasca-sekolah, seperti kuliah atau kerja, dengan mindfulness dan rencana yang realistis.