BAGIAN 2 Β· EMPATI & DEFINE DI SEKOLAH

Riset Empati: Observasi & Wawancara

Riset empati membantu guru memahami pengalaman nyata pengguna sebelum merancang solusi. Dalam konteks sekolah, pengguna bisa berarti murid, guru lain, orang tua, staf, atau pemimpin sekolah.

Pertanyaan utama modul ini: Bagaimana guru dapat mendengar dan melihat pengalaman pengguna tanpa terlalu cepat menilai atau memberi solusi?
Tujuan Pembelajaran

Setelah modul ini, guru mampu:

πŸ‘€

Membedakan observasi dan wawancara

Guru memahami kapan perlu mengamati perilaku nyata dan kapan perlu menggali cerita dari pengguna.

πŸŽ™οΈ

Menyusun pertanyaan wawancara empati

Guru dapat membuat pertanyaan terbuka yang tidak mengarahkan jawaban.

πŸ“

Mencatat data empati secara rapi

Guru belajar memisahkan fakta, kutipan, interpretasi, dan insight awal.

🧭

Mengubah data menjadi insight awal

Guru dapat merumuskan kebutuhan pengguna berdasarkan temuan observasi dan wawancara.

Gagasan Besar

Empati bukan sekadar merasa kasihan. Empati adalah cara mengumpulkan bukti tentang pengalaman manusia.

Dalam Design Thinking, guru tidak langsung bertanya, β€œApa solusinya?” Guru mulai dengan bertanya, β€œApa yang sebenarnya dialami pengguna?” Jawaban atas pertanyaan itu muncul dari observasi, wawancara, dan membaca artefak pengalaman.

Tiga Cara Riset Empati

Jangan hanya bertanya. Lihat juga perilaku nyata.

πŸ‘€

Observasi

Melihat perilaku nyata

Dipakai ketika guru ingin memahami apa yang benar-benar dilakukan pengguna dalam situasi alami.

Contoh: Mengamati bagaimana murid membaca instruksi tugas sebelum mulai bekerja.
πŸŽ™οΈ

Wawancara

Menggali cerita dan alasan

Dipakai ketika guru ingin memahami pengalaman, perasaan, kebiasaan, dan alasan di balik perilaku.

Contoh: Bertanya kepada murid mengapa mereka sering menunda memulai tugas.
πŸ“Ž

Artefak

Membaca jejak pengalaman

Dipakai untuk melihat bukti yang ditinggalkan pengguna: catatan, tugas, pesan, formulir, foto ruang, atau alur kerja.

Contoh: Menganalisis lembar tugas murid untuk melihat bagian instruksi yang sering dilewati.
Observasi

Apa yang perlu dilihat guru saat observasi?

Observasi yang baik tidak hanya mencatat β€œmurid aktif” atau β€œmurid pasif”. Guru perlu mencatat perilaku yang terlihat, titik hambatan, interaksi, dan konteks.

Perilaku

Apa yang pengguna lakukan berulang kali?

Murid bertanya kepada teman sebelum membaca instruksi sampai selesai.

Hambatan

Di titik mana pengguna berhenti, bingung, atau menunggu?

Murid berhenti pada bagian β€œjelaskan alasanmu” karena tidak tahu panjang jawaban yang diharapkan.

Jalan pintas

Apa cara informal yang mereka buat sendiri?

Murid membuat contoh jawaban sendiri dari tugas sebelumnya.

Lingkungan

Apa yang di ruang/sistem membantu atau mengganggu?

Papan instruksi terlalu jauh dari kelompok yang duduk di belakang.

Interaksi

Siapa bertanya ke siapa? Siapa diam? Siapa memimpin?

Satu murid mengerjakan semua bagian diskusi, tiga lainnya menunggu.

Emosi terlihat

Ekspresi atau bahasa tubuh apa yang muncul?

Beberapa murid tersenyum saat berdiskusi berpasangan, tetapi diam saat diminta bicara di depan kelas.
Wawancara Empati

Wawancara bukan interogasi. Wawancara adalah ruang cerita.

Tugas guru bukan membuktikan bahwa asumsi awal benar. Tugas guru adalah membuka ruang agar pengguna dapat menceritakan pengalaman nyata, termasuk hal kecil yang biasanya tidak terlihat dalam rapat atau survei.

Pertanyaan Wawancara

Ubah pertanyaan mengarahkan menjadi pertanyaan empati

Tanya pengalaman, bukan opini umum

Kurang tepat

Menurut kamu, metode ini bagus tidak?

Lebih empatik

Ceritakan terakhir kali kamu merasa terbantu saat belajar topik ini.

Gunakan pertanyaan terbuka

Kurang tepat

Kamu bingung karena instruksinya panjang, kan?

Lebih empatik

Bagian mana dari instruksi yang paling sulit kamu pahami?

Gali cerita konkret

Kurang tepat

Apakah kamu suka kerja kelompok?

Lebih empatik

Ceritakan pengalaman kerja kelompok terakhir yang menurutmu berjalan baik atau tidak baik.

Jangan membela solusi

Kurang tepat

Tapi template ini sebenarnya sudah jelas, kan?

Lebih empatik

Saat melihat template ini, bagian mana yang pertama kali kamu perhatikan?

Catatan Riset

Pisahkan fakta, kutipan, interpretasi, dan insight

Kesalahan umum dalam riset empati adalah mencampur data dan kesimpulan. Agar lebih rapi, pisahkan empat jenis catatan berikut.

Fakta

Hal yang benar-benar terlihat atau terdengar.

4 dari 6 murid bertanya ulang tentang langkah pertama.

Kutipan

Kalimat asli pengguna yang penting.

β€œSaya bingung mulai dari mana.”

Interpretasi

Dugaan awal guru tentang makna data.

Instruksi mungkin terlalu abstrak untuk murid yang butuh contoh.

Insight

Pola kebutuhan yang mulai terlihat.

Murid membutuhkan contoh awal yang konkret sebelum mengerjakan mandiri.
Aplikasi Simulasi Interaktif

Empathy Research Planner

Pilih pengguna, konteks, dan metode riset. Sistem akan membuat rencana observasi, daftar pertanyaan wawancara, dan insight starter.

RESEARCH PLAN

Murid Β· memahami instruksi tugas

Yang diamati

Lihat bagian mana yang membuat pengguna berhenti, bertanya, menunggu, atau mencari bantuan.

Pertanyaan pembuka

Ceritakan pengalaman terakhir saat kamu memahami instruksi tugas.

Follow-up

Apa bagian yang paling mudah? Apa bagian yang paling membingungkan? Apa yang kamu lakukan setelah itu?

Insight starter

Pengguna mungkin membutuhkan petunjuk yang lebih terlihat, contoh konkret, atau alur yang lebih sederhana.

Etika singkat: buat pengguna merasa aman, jelaskan tujuan riset, dan gunakan temuan untuk memperbaiki sistem, bukan menyalahkan orang.
Contoh Cepat

Masalah yang sama bisa digali lewat observasi dan wawancara

Murid sering terlambat mengumpulkan tugas.

Observasi

Amati kapan murid mulai mengerjakan, bagian mana yang membuat mereka berhenti, dan siapa yang mereka tanya.

Wawancara

Tanyakan pengalaman terakhir saat mereka terlambat: apa yang terjadi sebelum, saat, dan setelah mengerjakan tugas.

Orang tua jarang membaca pengumuman.

Observasi

Lihat format pesan: panjang, urutan informasi, istilah yang dipakai, dan waktu pengiriman.

Wawancara

Tanyakan kapan biasanya mereka membaca pesan sekolah dan bagian apa yang sering terlewat.

Diskusi kelompok tidak seimbang.

Observasi

Amati siapa bicara, siapa diam, siapa mengambil keputusan, dan bagaimana kelompok membagi tugas.

Wawancara

Tanyakan kepada murid apa yang membuat mereka nyaman atau tidak nyaman saat berdiskusi.

Etika Riset Empati

Empati harus aman untuk pengguna.

Riset empati di sekolah harus menjaga martabat pengguna. Tujuannya bukan mencari siapa yang salah, tetapi memahami pengalaman agar desain berikutnya lebih tepat.

1

Jelaskan tujuan observasi atau wawancara dengan bahasa sederhana.

2

Jangan membuat pengguna merasa sedang dinilai.

3

Gunakan data untuk memperbaiki rancangan, bukan menyalahkan individu.

4

Untuk murid, jaga bahasa tetap aman, ramah, dan sesuai usia.

5

Catat pola, bukan gosip atau informasi pribadi yang tidak relevan.

Refleksi Guru

Rancang riset empati pertama Anda

Pilih satu pengguna dan satu situasi yang ingin Anda pahami minggu ini. Mulailah kecil: 10 menit observasi atau 3 wawancara singkat sudah cukup untuk membuka insight.

Kesimpulan Modul

Riset empati membantu guru melihat pengalaman yang sering tersembunyi.

Observasi menunjukkan perilaku nyata. Wawancara membuka cerita dan alasan. Artefak memberi jejak pengalaman. Ketiganya membantu guru merancang solusi yang lebih manusiawi, bukan hanya solusi yang terasa benar dari sudut pandang guru.