Membedakan data, pola, insight, dan solusi
Guru memahami bahwa insight bukan sekadar catatan observasi dan bukan juga langsung solusi.
Setelah observasi, wawancara, dan journey mapping, guru sering punya banyak catatan. Tantangan berikutnya adalah mengubah catatan itu menjadi insight yang tajam, lalu merumuskannya sebagai pertanyaan How Might We yang membuka ide.
Pemahaman baru tentang kebutuhan pengguna.
Pertanyaan peluang untuk mulai mencari solusi.
Guru memahami bahwa insight bukan sekadar catatan observasi dan bukan juga langsung solusi.
Guru dapat mengubah kutipan, perilaku, dan pain point menjadi kebutuhan pengguna yang lebih bermakna.
Guru dapat membuat pertanyaan HMW yang cukup luas untuk membuka ide, tetapi cukup fokus untuk ditindaklanjuti.
Guru memahami bahwa HMW adalah jembatan dari pemahaman masalah menuju pencarian solusi.
Insight bukan hanya βmurid bingungβ atau βorang tua tidak membaca pesanβ. Insight menjelaskan mengapa perilaku itu terjadi dan kebutuhan apa yang belum terpenuhi.
HMW kemudian mengubah insight itu menjadi pertanyaan yang bisa dikerjakan: cukup terbuka untuk menghasilkan banyak ide, tetapi cukup fokus agar tim tidak tersesat.
Murid bertanya ulang: βmulai dari mana?β
Murid butuh pijakan pertama yang konkret.
Bagaimana kita dapat membantu murid memulai dengan percaya diri?
Apa yang terlihat, terdengar, atau dikatakan pengguna.
Temuan yang muncul berulang dari beberapa pengguna atau beberapa momen.
Hal yang sebenarnya dibutuhkan pengguna agar bisa bergerak maju.
Pemahaman bermakna yang menjelaskan perilaku pengguna dan membuka peluang desain.
Pertanyaan peluang yang mengundang banyak solusi.
Murid sering bertanya ulang setelah instruksi diberikan.
Murid tidak memperhatikan.
Murid mungkin memperhatikan, tetapi instruksi belum cukup mudah dipindai saat mereka mulai bekerja.
Bagaimana kita dapat membuat instruksi tugas lebih mudah dipahami saat murid mulai bekerja mandiri?
Orang tua bertanya hal yang sudah ada di pengumuman.
Orang tua tidak membaca pesan.
Orang tua mungkin membaca cepat di sela kesibukan, sehingga informasi penting perlu terlihat dalam beberapa detik pertama.
Bagaimana kita dapat membuat informasi penting sekolah mudah ditemukan oleh orang tua yang membaca cepat?
Dalam diskusi kelompok, satu murid mengerjakan hampir semua bagian.
Murid lain pasif.
Sebagian murid mungkin belum tahu peran aman yang bisa mereka ambil dalam kelompok.
Bagaimana kita dapat membantu setiap murid memiliki peran yang jelas dan aman saat diskusi kelompok?
Murid menerima feedback tetapi tidak melakukan revisi.
Murid malas memperbaiki.
Feedback mungkin belum diterjemahkan menjadi langkah revisi yang kecil dan terlihat.
Bagaimana kita dapat membuat feedback guru berubah menjadi langkah revisi yang mudah dilakukan murid?
Bahasa HMW penting karena tidak menyalahkan pengguna dan tidak memaksa satu solusi. Ia mengundang tim untuk berpikir: ada cara lain yang mungkin, dan kita bisa mencobanya.
Bagaimana kita dapat membantu murid memahami langkah pertama saat mulai mengerjakan proyek?
Bagaimana kita dapat membuat murid merasa aman untuk bertanya saat belum paham?
Bagaimana kita dapat menyederhanakan pengumuman agar orang tua cepat menemukan tindakan yang perlu dilakukan?
Bagaimana kita dapat memberi setiap murid peran yang lebih jelas dalam diskusi kelompok?
Pilih data empati, pengguna, kebutuhan, dan konteks. Sistem akan membantu membuat insight statement dan pertanyaan How Might We.
Murid bukan sekadar tidak memperhatikan; mereka membutuhkan pijakan pertama yang lebih konkret saat mulai mengerjakan tugas.
Bagaimana kita dapat membantu murid mendapatkan pijakan pertama yang lebih konkret saat mulai mengerjakan tugas?
Menyebut siapa yang ingin dibantu atau pengalaman siapa yang ingin diperbaiki.
Tidak memasukkan jawaban seperti βdengan membuat aplikasiβ terlalu awal.
Tidak terlalu luas seperti βbagaimana memperbaiki seluruh sekolah?β
Pertanyaan membuat tim bisa menghasilkan banyak ide, bukan hanya satu jawaban.
Mengubah keluhan menjadi peluang yang bisa dikerjakan.
βBagaimana kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan?β
βBagaimana kita membuat murid tidak malas lagi?β
βBagaimana kita membuat aplikasi reminder untuk orang tua?β
βBagaimana kita mengganti font instruksi menjadi 14px?β
Gunakan contoh berikut sebagai inspirasi. Setelah itu, ubah pengguna, konteks, dan kebutuhan sesuai data empati Anda sendiri.
Ambil satu data dari observasi, wawancara, atau journey map. Jangan langsung menulis solusi. Cari dulu kebutuhan pengguna di balik data itu.
Dari data empati, guru mencari pola. Dari pola, guru merumuskan kebutuhan. Dari kebutuhan, guru menulis insight. Dari insight, guru membuat pertanyaan How Might We yang mengundang banyak solusi tanpa kehilangan fokus.