Pisau Sensor
Sang Filsuf
Mengapa bapak kebebasan berpikir ini justru ingin mengontrol secara ketat buku bacaan dan musik yang dikonsumsi oleh murid-muridnya?
Melindungi Jiwa yang Rapuh
Setelah membahas kebebasan dan dialog, sampailah kita pada sisi Plato yang sering dikritik oleh pemikir modern. Plato berpendapat bahwa negara atau pendidik memiliki hak mutlak untuk menyensor literatur, puisi, teater, dan musik yang beredar di masyarakat, terutama yang dikonsumsi oleh anak-anak.
Mengapa? Menurut Robin Barrow, Plato sangat mengkhawatirkan efek imitasi. Jiwa anak-anak itu seperti tanah liat basah yang sangat mudah dibentuk. Jika mereka terus-menerus disuguhi cerita tentang dewa-dewi yang selingkuh, mabuk, atau pahlawan yang cengeng dan pendendam (seperti dalam epik Homer yang sangat populer saat itu), mereka akan menganggap perilaku buruk itu sebagai kewajaran.
Kurasi Lingkungan Belajar
Oleh karena itu, Plato menegaskan bahwa tugas utama pendidik bukan hanya mengajar di dalam kelas, melainkan juga mengurasi secara ketat lingkungan di sekeliling murid. Semua bentuk seni yang memicu kelemahan mental, ratapan kesedihan yang berlebihan, atau ritme musik yang liar dan tak beraturan harus diblokir dari sekolah.
Tujuannya murni: memastikan murid hanya menyerap harmoni, keindahan, dan kebaikan (Agathon), sehingga kelak saat nalar mereka sudah matang, mereka secara instingtif akan selalu memilih jalan yang bermoral.
βοΈ Biro Sensor Athena
Sebagai Kepala Kurikulum, periksa naskah literatur yang masuk hari ini. Putuskan naskah mana yang layak masuk perpustakaan dan mana yang harus direvisi/disensor!
Memuat Naskah...
...
π Jurnal Refleksi Pendidik
Menyortir apa yang masuk ke pikiran murid adalah tugas moral kita. Konfirmasi kesadaranmu: