Membangun Polis
Yang Adil
Bagi Plato, pendidikan bukan hanya urusan ruang kelas, melainkan fondasi utama untuk membangun negara yang harmonis.
Mengapa kita harus belajar filsafat? Plato menjawabnya dalam karya terbesarnya, Republik. Ia berargumen bahwa sebuah negara atau polis hanyalah jiwa manusia yang diperbesar.
Menurut A. Setyo Wibowo, Plato membagi masyarakat ideal menjadi tiga kelas yang sejajar dengan tiga bagian jiwa manusia. Keadilan (dikaiosyne) akan tercipta jika masing-masing bagian menjalankan fungsinya dengan sangat baik (arete) tanpa saling mencampuri urusan bagian lainnya.
Hasrat (Produsen)
Mewakili kelas pekerja dan petani. Fungsinya adalah pemenuhan kebutuhan fisik. Keunggulan (arete) yang harus mereka miliki adalah pengendalian diri.
Semangat (Penjaga)
Mewakili militer dan polisi. Fungsinya adalah menjaga keamanan dan kehormatan negara. Keunggulan utamanya adalah keberanian.
Akal (Pemimpin)
Mewakili para filsuf. Fungsinya adalah memimpin negara dengan visi kebenaran. Keunggulan mutlaknya adalah kebijaksanaan.
βοΈ Penyeimbang Keadilan Sosial
Geser elemen-elemen di bawah ini untuk mencapai harmoni dalam Polis. Sebuah negara hanya akan adil jika Akal memimpin di atas Hasrat dan Semangat.
π Jurnal Refleksi Pendidik
Keadilan dimulai dari harmoni di dalam diri. Konfirmasi visi kependidikanmu: