Plan for
Error
Antisipasi apa yang akan salah β
sebelum kelas dimulai.
Pertanyaan paling produktif yang bisa kamu tanyakan kepada dirimu sendiri saat mempersiapkan pelajaran bukan "bagaimana aku akan menjelaskan ini?" β tapi "apa yang akan mereka salah pahami?"
Sebelum Membaca β
Coba Ini Dulu
Hitunglah berapa kali angka 7 muncul dalam kotak di sebelah. Jangan terburu-buru. Hitung dengan teliti.
Setelah selesai menghitung, klik "Cek Jawabanku."
Apa yang
akan mereka
salah
pahami?
" Kamu Jadi
Lebih Mungkin
Melihat Kesalahan
Inattentional blindness bekerja dua arah: kita tidak melihat apa yang tidak kita persiapkan untuk dilihat β tapi kita sangat mungkin melihat apa yang sudah kita antisipasi.
Ketika kamu sudah menuliskan: "Kemungkinan besar siswa akan salah memahami X karena Y," otakmu sudah dalam mode mencari X. Dan saat X muncul di jawaban siswa, kamu langsung menangkapnya.
Guru berpikir: "Hmm, cukup benar... lanjut."
Siswa menulis yang sama β guru langsung melihat celahnya dan bertanya lanjutan.
Kamu Jadi
Lebih Mungkin
Bertindak
Mendeteksi kesalahan saja tidak cukup. Banyak guru yang melihat kesalahan tapi memilih untuk melanjutkan β karena tidak tahu harus berbuat apa selain improvise di depan 30 siswa.
Plan for Error menghilangkan hambatan ini dengan membangun if/then contingency sejak awal: "Jika X terjadi, saya akan melakukan Y." Rencana sudah ada β tinggal dieksekusi.
Mayoritas siswa menjawab bahwa proses ini membutuhkan lebih sedikit energi...
Saya akan kembali ke konsep entropi dengan analogi gelas yang jatuh β sebelum lanjut ke soal berikutnya.
Error Response Planner
Pilih pertanyaan kunci dari pelajaranmu berikutnya, dan rencanakan respons untuk setiap kemungkinan kesalahan. Ini adalah inti dari Plan for Error.
Semakin Ahli Kamu,
Semakin Sulit Melihat
dari Kacamata Pemula
Setiap langkah terasa sulit. Tidak tahu mana yang jelas dan mana yang tidak.
Sudah otomatis. Sulit menjelaskan apa yang terasa "jelas sendirinya."
Kesalahan yang Bisa Diantisipasi
Lihat pola kesalahan umum lintas mata pelajaran. Klik setiap kartu untuk melihat respons yang direncanakan.
Kesalahan Bukan
Tanda Kegagalan β
Mereka Tak Terhindarkan
Manfaat terakhir Plan for Error yang sering diabaikan: ketika kamu terbiasa mengantisipasi kesalahan, kamu secara implisit menerima bahwa kesalahan adalah bagian normal dari proses belajar β bukan bukti bahwa siswamu "tidak mau belajar" atau "tidak mampu."
Ini mengubah cara kamu merespons saat kesalahan terjadi: bukan frustrasi atau penilaian karakter, tapi mode pemecahan masalah.
Tidak Perlu untuk Setiap Pertanyaan
Plan for Error bisa terasa berat jika kamu mencoba melakukannya untuk setiap pertanyaan di setiap pelajaran. Lemov sendiri memberikan catatan yang jujur tentang ini.
5 Aksi Minggu Ini
Tanyakan "Apa yang akan mereka salah pahami?" untuk satu pertanyaan
Ambil RPP pelajaran berikutmu. Pilih satu pertanyaan paling penting. Duduk dengan pertanyaan itu dan tulis: dari mana kesalahan mungkin datang? Ini saja sudah mengubah cara pandangmu terhadap pertanyaan itu.
Tulis if/then untuk kesalahan yang paling kamu antisipasi
Tidak cukup mengidentifikasi kesalahan β tulis juga responsnya. "Jika mereka salah di X, saya akan Y." Hanya satu baris pun sudah membuatmu jauh lebih siap dari guru yang tidak punya rencana sama sekali.
Setelah mengajar, catat: apakah prediksimu akurat?
Plan for Error adalah keterampilan yang diasah melalui iterasi. Setiap kali kamu memprediksi lalu mengecek apakah prediksi itu benar, kamu semakin memahami cara berpikir siswamu β dan Plan for Error-mu berikutnya akan semakin akurat.
Diskusikan "Apa yang akan mereka salah pahami?" dengan rekan guru
Rekan guru yang sudah pernah mengajar topik yang sama adalah sumber data terbaik. Tanyakan: "Kesalahan apa yang paling sering kamu lihat di bagian ini?" Kamu mendapat pengalaman bertahun-tahun dalam hitungan menit.
Latih diri untuk merespons kesalahan tanpa frustrasi
Kesalahan yang sudah diantisipasi seharusnya tidak mengejutkan. Setiap kali kamu merespons kesalahan dengan tenang dan terstruktur, kamu mengirim sinyal kepada siswa: "Di sini, kesalahan adalah bagian dari proses β dan saya siap membantu."
Tiga Pertanyaan
Lemov mengingatkan: hampir semua "kejutan" yang dialami guru saat mengajar sebenarnya bisa diantisipasi jika ada waktu untuk berpikir dari perspektif siswa. Kesalahan yang terasa mengejutkan adalah sinyal bahwa Plan for Error tidak dilakukan cukup dalam untuk topik itu.
Pertanyaan lanjutan: Kesalahan apa dari pelajaran itu yang tidak mengejutkanmu β dan mengapa? Pola apa yang bisa kamu pelajari dari perbedaan keduanya?
Lemov sangat jujur tentang ini: acting on error data adalah salah satu hal yang paling sulit dalam mengajar karena konsekuensinya terasa tidak pasti dan risikonya nyata. "Tearing up your lesson plan in front of thirty students" adalah ketakutan yang valid.
If/then planning menghilangkan sebagian besar ketakutan itu β karena kamu tidak improvise lagi. Kamu mengeksekusi rencana yang sudah kamu pikirkan di saat tenang dan terstruktur.
Guru yang berpengalaman sering punya intuisi kuat tentang kesalahan umum β tapi intuisi itu tersimpan implisit di kepala, tidak pernah dituliskan atau dikomunikasikan ke rekan guru.
Menuliskan "error library" ini β bahkan dalam bentuk sederhana β punya dua keuntungan: (1) kamu sendiri menjadi lebih sadar dan siap, (2) pengetahuan ini bisa dibagikan ke kolega yang mengajar topik yang sama.