Instruksi yang Jelas & Kesadaran
Penuh Guru
Instruksi yang Buruk
Memiliki Konsekuensi
yang Jauh Melampaui
Kekacauan Sesaat
Instruksi tidak jelas β sebagian siswa tidak menindaklanjuti β waktu terbuang
Instruksi tidak jelas β sebagian siswa melakukan tugas salah β kebingungan yang tidak perlu
Instruksi tidak jelas β guru frustrasi, marah β siswa juga frustrasi β hubungan yang rusak
Instruksi tidak jelas β siswa yang cerdas memanfaatkan "wilayah abu-abu" β berpura-pura tidak mengerti β disiplin yang runtuh
What to Do
Seni Memberikan Instruksi yang Efektif
"Kevin, kamu seharusnya tidak melihat ke luar jendela."
"Kevin, pastikan semua yang ada di papan masuk ke catatanmu."
"Cheryl, jangan terganggu."
"Cheryl, balik ke Carly dan bagikan pikiranmu tentang awal Bab Dua."
"Kelas, jangan serahkan pekerjaan yang berantakan."
"Kelas, pastikan desimalmu sejajar, tulismu rapi, dan lingkari jawaban akhirmu."
Specific
Pecah tugas besar menjadi langkah-langkah yang bisa dijalankan. "Kerja yang rapi" terlalu samar. "Desimalmu sejajar, tulis rapi, lingkari jawaban" β itu spesifik.
Concrete
Instruksi mengacu pada hal-hal yang siswa tahu cara melakukannya. "Menyejajarkan desimal" lebih konkret dari "mempresentasikan dengan hati-hati." Makin konkret = makin sulit disalahartikan.
Sequential
Serangkaian tindakan dalam urutan yang jelas. Ini memungkinkan kamu memecahnya lebih lambat jika diperlukan β satu instruksi, tunggu selesai, beri instruksi berikutnya.
Observable
"Perhatikan" = tidak bisa diobservasi. "Ambil pensilmu dan catat" = bisa diobservasi. Jika instruksi bisa diamati, follow-through bisa dinilai β dan akuntabilitas bisa ditegakkan.
"Makin sedikit kata = makin jelas tujuannya"
Tamesha McGuire memberikan instruksi kepada kelas K (Taman Kanak-kanak) dengan kata-kata terpendek yang masih berfungsi:
Hasilnya: siswa langsung bekerja, dan Tamesha punya banyak waktu untuk berkeliling dan berbagi kehangatan β daripada memberi pengingat berulang.
Sampaikan instruksi dan koreksi dalam nada yang sama, bahkan saat frustasi. Siswa fokus pada kata-kata, bukan emosi.
"Pensil di tempatnya" selalu sama β bukan kombinasi "pensil ke bawah," "simpan pensil," dll. Konsistensi membuat instruksi menjadi rutinitas.
"Ketika saya bilang 'go'..." β beri instruksi SEBELUM cue dimulai. Semua mendengar semua instruksi sebelum kelas bergerak.
Penyebab tidak jelas β mungkin hanya distraksi atau kebingungan.
"Hmm, saya mungkin kurang jelas. Ketika kita dalam 'Learner's Position,' artinya suara mati."
Berikan instruksi, lalu lirik ke tempat lain seolah kamu yakin mereka akan menindaklanjuti.
Tidak jelas penyebabnya, tapi sudah persisten atau mungkin ada yang memanfaatkan situasi.
Kurangi kata-kata. Pilih hanya satu langkah saja.
Cek dirimu β apakah kamu masih tenang dan stabil?
Tampaknya disengaja atau melibatkan pengujian batas β situasi yang paling sulit.
"Berdiri." [belum berdiri] "Dorong kursimu ke belakang." [dilakukan] "Bagus. Sekarang berdiri." [berdiri] "Terima kasih."
Akui setiap langkah kecil menuju kepatuhan dengan nada tenang β bahkan yang paling kecil sekalipun.
Radar & Be Seen Looking
Melihat dan Terlihat Sedang Melihat
Seorang siswa laki-laki di barisan depan sedang mengambil sesuatu dari tasnya. Bisa saja apa saja β pensil tambahan, sesuatu yang ingin ditunjukkan ke teman.
Katie melirik ke arahnya. Hanya sekilas. Tidak ada anggukan kepala, tidak ada gerakan jari, tidak ada ekspresi. Tidak jelas apa yang Katie pikirkan tentang apa yang dilihatnya. Ia hanya melihat.
Dan siswa itu β atas kemauannya sendiri β memutuskan untuk tidak jadi mengambil apapun dari tasnya.
Ada perangkat di pinggir jalan yang menampilkan kecepatanmu saat kamu melintas. Tidak ada kamera. Tidak ada konsekuensi. Tidak ada denda. Hanya menampilkan berapa kecepatanmu.
Dan setiap pengemudi yang melintas melambat.
Berdiri di Sudut Kelas untuk Melihat Seluruhnya
Patrick Pastore adalah guru pertama yang diamati Lemov menggunakan ini secara konsisten dan intentional. Dari sudut, kamu memindai 80Β° alih-alih 150Β°. Lebih sedikit "kepala belok," lebih banyak yang terlihat.
Rodolfo Loureiro menggunakan sudut yang berbeda setiap kali β bonus: setiap sudut memberi pandangan yang lebih jelas ke siswa yang berbeda, sehingga ia tahu kondisi semua orang.
Scan deliberat dari satu sisi kelas ke sisi lain. Gerakan kepala yang konsisten dari kiri ke kanan. Fondasi dari semua Radar.
Sedikit mengangkat dagu saat scanning β membuat tindakan "melihat" lebih terbaca oleh siswa. Arielle Hoo melakukan ini setiap kali scan.
Mulai swivel, lalu balik sebentar ke arah yang baru dipindai β seolah "Oh, tadi saya lihat sesuatu. Tidak jadi. Oke." Membuat deliberateness lebih terlihat.
Gerakkan kepala sedikit ke samping seolah mencoba melihat melewati sesuatu (kolom tak terlihat). Rodolfo Loureiro adalah master gerakan ini.
Berdiri sejenak di ujung kaki sambil memandang kelas β seolah memastikan ada yang di "spot yang sulit dilihat." Kirby Jarrell memiliki versi yang mengesankan.
Lacak jalur pandangan dengan jari menunjuk selama Swivel β "Mari saya periksa semua tempat ini." Tamesha McGuire membawa ini ke level berikutnya dengan TK-nya.
Tunjuk/akui singkat siswa-siswa yang sudah siap β "I see you out there!" Darren Hollingsworth dan Patrick Pastore punya versi yang sangat efektif.
Saat merunduk untuk konferensi dengan siswa, tetap kilatkan mata ke seluruh ruangan sebentar. Seperti quarterback yang membaca pertahanan lawan meski posisi rendah.
Radar = melihat dengan baik. Be Seen Looking = membuat siswa sadar bahwa kamu melihat mereka. Keduanya bekerja bersama. Satu tentang persepsimu, satu tentang persepsi mereka tentangmu.
bagi siswa
What to Do Transformer
Ketik instruksi yang kurang efektif β dan dapatkan versi yang spesifik, konkret, observable, dan sequential yang langsung bisa digunakan di kelas.
Evaluasi Diri Modul 6.3
Sering kali ketidakpatuhan murid berlaku kerana mereka keliru tentang apa yang perlu dilakukan secara fizikal. Alih-alih berkata *"Jangan malas, sila buat kerja,"* ubah kepada arahan operasional: *"Buka muka surat 12, baca perenggan pertama dalam hati, dan gariskan dua kata kunci menggunakan pensil."*
Guru yang mempunyai kesedaran penuh (*Withitness*) sentiasa melakukan imbasan visual dari sudut ke sudut kelas setiap kali selesai memberikan arahan. Tujuannya adalah untuk mengesan gangguan kecil (seperti murid bersembang atau melamun) dalam masa kurang 5 saat sebelum ia merebak menjadi masalah besar.
Yang Kamu Bawa dari Modul 6.3
Ekspetasi Terlihat & Intervensi Minimal