BAGIAN
4
Strategi & Implementasi DI di Kelas
5 modul Β· Konten Β· Proses Β· Produk Β· Manajemen Β· Asesmen Lanjut
4.1 Diferensiasi Konten 4.2 Diferensiasi Proses 4.3 Diferensiasi Produk 4.4 Manajemen Kelas DI 4.5 Asesmen Lanjut
Bagian 4 Β· Modul 4.2 🌿 Menengah ⏱ 50–70 menit Tomlinson Ch.13 Β· DC Ch.7–8
Modul 4.2

Diferensiasi
Proses

Bagaimana Siswa Benar-Benar "Memiliki" Ide

Proses adalah jantung dari pembelajaran berdiferensiasi β€” momen di mana siswa "memiliki" ide dengan menjalankannya melalui filter makna mereka sendiri. Tanpa proses yang bermakna, informasi hanya milik guru atau buku teks. Modul ini membekali guru dengan strategi konkret, mulai dari Cubing hingga Interactive Journals, dari Stations hingga Agendas, untuk merancang aktivitas sense-making yang responsif terhadap kesiapan, minat, dan profil belajar setiap siswa.

Siswa belajar dalam kelompok kecil
Sense-making terjadi ketika siswa aktif mengolah ide β€” bukan hanya mendengarkan.
Setelah modul ini kamu bisa β†’
Jelaskan apa itu "sense-making" Bedakan aktivitas baik vs DI baik Rancang Cubing bertingkat Implementasikan Stations & Agendas Gunakan Interactive Journals Pilih strategi yang tepat untuk kebutuhan kelas
πŸ’‘ Kunci: "Siswa harus memproses ide untuk memilikinya. Jika kita hanya menyampaikan informasi dan meminta mereka mengulangnya, ide itu akan tetap milik guru atau penulis buku." β€” Tomlinson, The Differentiated Classroom
Konsep Dasar Β· Tomlinson Ch.13

Apa yang Dimaksud "Proses" dalam DI?

Siswa aktif berdiskusi
Proses bukan sekadar "aktivitas" β€” ini adalah sense-making yang terfokus.

Ketika siswa menemui ide, informasi, atau keterampilan baru, mereka butuh waktu untuk menjalankannya melalui filter makna mereka sendiri. Saat mereka menganalisis, mengaplikasikan, mempertanyakan, atau memecahkan masalah menggunakan materi tersebut, mereka harus memaknainya sebelum menjadi "milik mereka".

Inilah yang Tomlinson sebut sebagai sense-making β€” dan ini adalah komponen instruksi yang paling esensial. Tanpa sense-making, siswa akan kehilangan ide atau mengacaukannya.

⚠️
Dalam bahasa sekolah, "proses" sering disebut "aktivitas". Lebih baik menggunakan istilah "aktivitas sense-making" untuk mengingatkan diri bahwa aktivitas mencapai kekuatan maksimumnya sebagai kendaraan belajar hanya ketika ia terfokus pada sesuatu yang esensial yang harus diketahui, dipahami, dan mampu dilakukan siswa.
πŸ”¬ Formula: Aktivitas Baik vs Aktivitas DI yang Baik dari Tomlinson, Ch.13
βœ… Aktivitas yang Baik
Sesuatu yang siswa buat atau lakukan...
...menggunakan keterampilan esensial dan informasi esensial
...untuk memahami, memperluas, atau mengaplikasikan ide, prinsip, atau menjawab pertanyaan esensial
+
✨ Aktivitas DI yang Baik
Sesuatu yang siswa buat atau lakukan... (sama seperti di atas, PLUS)
...dalam berbagai mode, tingkat kedalaman yang bervariasi, dan rentang waktu yang berbeda
...dengan jumlah dukungan (scaffolding) dari guru atau teman yang bervariasi
...sehingga setiap siswa bergerak maju dari titik masuknya masing-masing
πŸ“‹ 3 Syarat Aktivitas Sense-Making yang Efektif (DC Ch.7)
1
Menarik bagi Siswa
Aktivitas yang bermakna dan relevan mempertahankan perhatian siswa dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras untuk memahami.
2
Menuntut Berpikir Tingkat Tinggi
Siswa diminta menganalisis, menerapkan, mengevaluasi β€” bukan sekadar mengingat atau mengulang. Ini membangun pemahaman yang transferable.
3
Menggunakan KUD Secara Terpadu
Siswa menggunakan keterampilan kunci untuk bekerja dengan pengetahuan kunci β€” dan harus memahami (bukan sekadar mengulang) ide tersebut.
Kerangka Β· Tomlinson Ch.13

3 Dimensi Diferensiasi Proses

Seperti halnya konten, proses (sense-making) bisa didiferensiasi berdasarkan tiga dimensi variasi siswa. Klik setiap dimensi untuk melihat definisi, contoh, dan strategi spesifiknya.

Strategi 1 Β· DC Ch.7 β€” Kelas Mr. Jackson

Cubing β€” Berpikir Multi-Dimensi tentang Satu Topik

Siswa berdiskusi kelompok di kelas
Mr. Jackson menggunakan Cubing untuk membantu siswa Kelas 2 memahami komunitas hewan dari berbagai sudut pandang.

Cubing adalah strategi refleksi dengan 6 sisi dadu β€” masing-masing berisi perintah berbeda: Deskripsikan, Bandingkan, Rasakan, Uraikan bagian-bagiannya, Gunakan, dan Nilai baik-buruknya.

Kekuatannya ada pada fleksibilitas: tugas di setiap sisi dadu bisa dibedakan berdasarkan kesiapan. Siswa melempar dadu dan mengerjakan tugas yang muncul β€” tapi siswa dengan kesiapan berbeda menggunakan dadu berbeda dengan kompleksitas berbeda.

🎲
Strategi ini menggabungkan pilihan siswa (tugas mana yang mereka kerjakan) dengan sedikit unsur kebetulan β€” menciptakan keterlibatan yang tinggi sekaligus memastikan semua siswa bersentuhan dengan berbagai cara berpikir.
🎲 Cubing Berdiferensiasi β€” Topik: Komunitas Hewan (Kelas 2) Klik setiap sisi dadu untuk melihat tugas Dadu Biru (dasar) dan Dadu Hijau (lanjutan)
☝️ Klik salah satu sisi dadu untuk melihat perbedaan tugas Dadu Biru dan Dadu Hijau
Equalizer: Tugas Dadu Hijau lebih transformasional, kompleks, multifaset, dan membutuhkan lompatan insight yang lebih besar dibanding Dadu Biru β€” tapi keduanya mengeksplorasi konsep komunitas yang sama.
Strategi 2 Β· Tomlinson Ch.13 β€” Kelas Mrs. Miller

Interactive Journals β€” Sense-Making Melalui Tulisan Reflektif

Siswa menulis di jurnal kelas
"Interactive Journals memberikan kesempatan bagi siswa dari berbagai level kesiapan untuk merespons teks yang sama β€” dengan kedalaman yang berbeda, melalui cara yang berbeda."
β€” Tomlinson, adaptasi dari kelas Mrs. Miller, Kelas 6

Interactive Journals adalah strategi menulis responsif di mana siswa menjawab prompt (pertanyaan pemancing) yang terhubung dengan bacaan atau topik yang sedang dipelajari. Yang membuatnya berdiferensiasi adalah kemampuan guru untuk memberikan prompt yang berbeda kepada siswa yang berbeda β€” semua berkaitan dengan ide inti yang sama, tapi di tingkat kedalaman yang berbeda.

Prompt bisa mencakup: prediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, refleksi tentang kejadian yang baru saja berlangsung, aplikasi elemen sastra seperti konflik atau bahasa kiasan, koneksi personal ke karakter atau situasi, dan penyelidikan makna-makna sentral buku.

πŸ“– Contoh: 3 Set Prompt Diferensiasi untuk Novel "Tuck Everlasting" (Kelas 6) Klik setiap level untuk melihat prompt spesifiknya
Kunci: Semua siswa menggunakan Interactive Journals dan punya tugas yang dirancang untuk memulai pertimbangan dan wawasan tentang konsep yang kuat dan sentral dalam buku yang akan mereka baca. Prosesnya sama β€” kedalaman berpikirnya berbeda.
Strategi 3 Β· DC Ch.7 β€” Kelas Ms. Minor

Stations β€” Lima Pintu Menuju Matematika yang Bermakna

Stations (pos belajar) adalah spot berbeda di ruang kelas di mana siswa mengerjakan berbagai tugas secara bersamaan. Kekuatannya: memungkinkan siswa berbeda bekerja dengan tugas berbeda, pengelompokan fleksibel, dan keseimbangan antara pilihan guru dan siswa.

Siswa belajar matematika
Ms. Minor menggunakan 5 stations untuk matematika Kelas 4
Siswa bekerja kelompok
Siswa yang berbeda menghabiskan waktu berbeda di setiap station
Guru memandu siswa
Guru bebas bergerak dan membimbing kelompok kecil
πŸ—ΊοΈ 5 Stations Ms. Minor β€” Math Kelas 4 (Klik untuk Eksplorasi)
☝️ Klik salah satu station untuk melihat deskripsi, contoh tugas, dan diferensiasinya
Pengelompokan Fleksibel: Tidak semua siswa pergi ke semua station setiap saat. Tidak semua siswa menghabiskan waktu yang sama di setiap station. Rotasi tidak mengikuti urutan yang sama β€” sehingga siswa tidak merasa "dikelompokkan" berdasarkan kemampuan.
Strategi 4 Β· DC Ch.7 β€” Kelas Ms. Clayter

Personal Agendas β€” Daftar Tugas Personalisasi Selama 2–3 Minggu

Apa itu Personal Agenda?

Agenda adalah daftar tugas yang dipersonalisasi yang harus diselesaikan siswa tertentu dalam jangka waktu tertentu (biasanya 2–3 minggu). Siswa menentukan sendiri urutan tugas yang mereka kerjakan.

Saat siswa bekerja dengan agenda mereka, guru memiliki kebebasan besar untuk bergerak di antara individu β€” membimbing, memantau pemahaman, dan mengumpulkan kelompok kecil yang membutuhkan instruksi langsung.

🎯 4 Tujuan Agenda (Ms. Clayter)
Mengembangkan kerja yang fokus pada hasil belajar esensial
Membangun kekuatan siswa
Memperkuat area yang masih lemah
Membangun kemandirian belajar
πŸ“‹ Contoh Agenda Personal (2 Minggu)
TugasInstruksi Khususβœ“
Buat animasi komputer tentang cara kerja gunung berapi Pastikan akurasi ilmiah dalam penjelasan animasi
Baca biografi pilihanmu Jaga log baca harian untuk memantau progres
Latihan menambahkan pecahan (computer station) Minta bantuan guru atau teman jika kesulitan
Riset artikel tentang lokasi gunung berapi, tulis artikel, dan revisi bersama editor Perhatikan tanda baca dan ejaan!
Selesaikan minimal 2 siklus ejaan β€”
Agenda berbeda untuk setiap siswa, disesuaikan dengan kesiapan, minat, dan kebutuhan mereka masing-masing.
Referensi Lengkap Β· Tomlinson Ch.13, Fig.13.1

Menu Strategi Diferensiasi Proses

Tomlinson menyediakan daftar strategi untuk setiap dimensi diferensiasi proses. Ini adalah "menu" β€” tidak harus semua digunakan sekaligus. Pilih 2–3 yang paling sesuai dengan konteks kelasmu dan kuasai dulu, sebelum memperluas repertoar.

πŸ“Š Berdasarkan Kesiapan
Apps Latihan Bertingkat
Aplikasi yang mendukung latihan membaca, menulis, dan matematika di berbagai tingkat kompleksitas β€” bukan satu level untuk semua.
Diskusi Kelas Bertingkat
Pertanyaan diskusi yang disiapkan di berbagai tingkat kompleksitas β€” guru memilih pertanyaan yang sesuai kesiapan saat memanggil siswa.
Help Stations / Hint Folders
Pos bantuan atau folder berisi petunjuk bertingkat yang bisa diakses siswa ketika terjebak β€” tanpa harus selalu meminta guru.
Peer Partners / Peer Tutoring
Pasangan sebaya yang dipilih secara strategis β€” berdasarkan profil kekuatan, bukan selalu level yang sama.
Tiered Assignments
Tugas paralel di tingkat kesulitan berbeda β€” semua mengeksplorasi konsep inti yang sama, tapi dengan kedalaman dan kompleksitas yang berbeda.
Small-Group Instruction
Guru mengumpulkan kelompok kecil berdasarkan kebutuhan spesifik yang muncul dari asesmen formatif β€” fleksibel dan berubah sesuai data.
❀️ Berdasarkan Minat
Anchor Activities Bertema Minat
Aktivitas pengait yang terhubung dengan minat siswa β€” untuk digunakan saat siswa menyelesaikan tugas lain lebih cepat.
Jigsaw
Siswa menjadi "ahli" di satu aspek topik berdasarkan minat, lalu berbagi keahliannya kepada kelompok "home base" β€” setiap orang membawa perspektif unik.
RAFT Assignments
Role (peran), Audience (audiens), Format, Topic β€” siswa mengekspresikan pemahaman melalui kombinasi yang relevan dengan minat mereka.
Specialty Groups
Kelompok berdasarkan minat spesifik β€” semua mengeksplorasi prinsip yang sama tapi melalui lensa minat yang berbeda (olahraga, musik, sains, dll.).
"Genius Hour" Approach
Waktu khusus untuk siswa mengejar minat personal sambil tetap menghubungkannya dengan KUD inti β€” mendorong agency dan motivasi intrinsik.
Maker Spaces
Ruang membuat dan bereksperimen di mana siswa mengaplikasikan konsep akademik ke dalam kreasi berbasis minat dan proyek nyata.
🧠 Berdasarkan Profil Belajar
Prompt Analitis, Praktis, dan Kreatif
Menyediakan tiga jenis pertanyaan/tugas yang berbeda β€” analitis (logika), praktis (aplikasi nyata), kreatif (imajinatif) β€” untuk merespons cara berpikir yang berbeda.
Variasi Cara Mengekspresikan Ide
Siswa bisa memilih bagaimana mereka menunjukkan pemahaman β€” menulis, visual, lisan, kinestetik β€” berdasarkan profil belajar terkuat mereka.
Pilihan Pengaturan Kerja
Mandiri, berpasangan, kelompok kecil, atau dalam posisi fisik berbeda (duduk, lantai, berdiri) β€” disesuaikan dengan preferensi belajar yang efektif bagi masing-masing siswa.
Role Play / Meeting of the Minds
Siswa mengambil peran tokoh, sudut pandang, atau perspektif yang berbeda untuk memahami konsep β€” terutama efektif untuk siswa kinestetik dan interpersonal.
Manipulatif dan Model
Benda nyata atau model fisik untuk memahami konsep abstrak β€” sangat membantu siswa yang belajar terbaik melalui tangan dan pengalaman konkret.
Fortune Lines
Siswa menggambarkan "garis nasib" karakter atau konsep β€” mengintegrasikan visual, narasi, dan analisis dalam satu aktivitas yang mengakomodasi profil berbeda.
Analisis Kasus Β· DC Ch.8

Bedah Kelas: Apa, Bagaimana, Mengapa?

Tomlinson menggunakan tiga pertanyaan kunci untuk menganalisis setiap kasus diferensiasi: Apa yang didiferensiasi? Bagaimana cara mendifersiasinya? Mengapa perlu didiferensiasi? Klik setiap kasus untuk mempraktikkan analisis ini.

Refleksi Mandiri

Seberapa "Bermakna" Proses Belajar di Kelasmu?

Evaluasi praktik pengajaran proses saat ini. Centang pernyataan yang sudah kamu terapkan secara konsisten. Ini adalah peta jalan untuk bertumbuh, bukan penilaian.

βœ… Refleksi: Kualitas Proses (Sense-Making) dalam Kelasmu
Seberapa kuat aktivitas belajar di kelasmu mendorong siswa benar-benar "memiliki" ide?
0 dari 10
Rangkuman Modul 4.2

7 Hal yang Kamu Bawa Pulang

01
Proses adalah sense-making β€” momen ketika siswa menjalankan ide baru melalui filter makna mereka sendiri. Tanpanya, informasi tetap milik guru atau buku, bukan siswa.
02
Aktivitas DI yang baik = aktivitas baik + variasi mode, kedalaman, waktu, dan tingkat scaffolding. Yang membedakannya bukan substansinya, tapi responsivitasnya terhadap kebutuhan masing-masing siswa.
03
Cubing adalah strategi powerful yang menggabungkan pilihan dan sedikit kebetulan β€” sisi dadu yang berbeda bisa diberikan kompleksitas berbeda untuk merespons kesiapan yang beragam.
04
Interactive Journals memungkinkan seluruh kelas membaca teks yang sama tetapi merespons dengan kedalaman berbeda β€” guru menyiapkan 2–3 set prompt yang berbeda berdasarkan kesiapan atau minat.
05
Stations menciptakan lingkungan di mana pengelompokan fleksibel menjadi norma β€” siswa berbeda mengerjakan tugas berbeda secara bersamaan, guru bebas bergerak dan membimbing.
06
Personal Agendas adalah alat personalisasi jangka menengah (2–3 minggu) yang membangun kemandirian sambil memastikan semua siswa bekerja pada konten esensial sesuai kebutuhan mereka.
07
Kualitas lebih penting dari kuantitas strategi. Kuasai 2–3 strategi terlebih dahulu, terapkan dengan konsisten, dan refleksikan hasilnya sebelum menambah strategi baru ke dalam repertoar mengajarmu.
Referensi Modul Ini
πŸ“—
How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms
Carol Ann Tomlinson Β· ASCD, 2017 (3rd Ed.)
Chapter 13 β€” Differentiating Process (hal. 133–141)
πŸ“˜
The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners
Carol Ann Tomlinson Β· ASCD, 2014 (2nd Ed.)
Chapter 7 β€” Instructional Strategies That Support Differentiation (hal. 102–121) Β· Chapter 8 β€” More Instructional Strategies (hal. 122–141)